Melek Finansial Bersama Fifie Rahardja

Fifie Rahardja adalah seorang womenpreneur di bidang perhiasan emas yang memiliki kepedulian sosial terhadap sesama perempuan. Bukti nyata dari kepeduliannya  terlihat dengan berdirinya Rumah Anti Aborsi. Selain itu, Fifie juga melakukan edukasi supaya kaum perempuan lebih melek finansial.

Pada tanggal 13 November 2017 sore, Indari Mastuti, pemilik Indscript Creative, mengadakan acara bincang-bincang bersama Fifie Rahardja melalui facebook secara langsung. Dalam acara berdurasi 26 menit 37 detik tersebut Fifie menjelaskan fenomena mengapa orang kaya bisa semakin kaya dan orang miskin akan semakin miskin. Menurut beliau, penyebab timbulnya fenomena tersebut pada intinya adalah perbedaan pola pikir antara orang kaya dan orang miskin. Referensi yang digunakan beliau adalah buku karya Robert T. Kiyosaki.

Fifie mengawali uraiannya dengan mengatakan bahwa setiap pengusaha pasti memiliki utang. Ada dua macam utang, yaitu utang baik dan utang jahat. Yang dimaksud dengan utang baik adalah aset, sedangkan utang jahat adalah keinginan/kewajiban.

Pola pikir orang miskin cenderung ingin menikmati kekayaannya lebih dahulu. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki pemasukan Rp3 juta mengalami kenaikan gaji menjadi Rp5 juta. Orang miskin akan segera memenuhi keinginannya, seperti mencicil sepeda motor, mencicil rumah, atau membeli ponsel. Hal ini akan memperbesar kewajibannya (memenuhi kebutuhan plus membayar cicilan). Jika ia tiba-tiba kehilangan pekerjaan, ia akan semakin miskin.

Orang kaya memilih menikmati kekayaannya nanti. Untuk kasus yang sama, orang kaya akan segera memperbesar asetnya dan mempertahankan pengeluarannya sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, ia akan mencicil sepeda motor untuk dijadikan ojek on-line atau membeli ponsel untuk membuka toko on-line. Jumlah aset yang semakin besar dapat menambah pemasukan, sehingga akhirnya orang kaya akan semakin kaya.

Fifie juga menekankan bahwa menjadi kaya itu sebenarnya bukan tentang jumlah uang, tetapi bagaimana mengelola uang yang ada. Perlu dipahami juga bahwa aset bukan hanya jumlah uang yang ada, tetapi juga berbagai sikap positif, seperti integritas, kejujuran, ulet, inovatif, dan lain-lain. Aset inilah yang akan mendorong seseorang untuk maju ke tahap dikejar uang, bukan hanya mengejar uang.

Acara diakhiri dengan sedikit penjelasan ide Fifie mengenai mall kaki lima di Kota Bandung. Tujuan ide ini adalah menjadikan Bandung sebagai kota bertaraf internasional dengan harga kaki lima.

2 Replies to “Melek Finansial Bersama Fifie Rahardja”

Leave a Reply